Analog

Senin, Maret 02, 2015

SIAPA YANG ANDA PILIH?




https://twitter.com/Juna_mj






Siapa Yang Anda Pilih?



Pd thn 1980-an, PT Astra Internasional (salahsatu perusahaan besar di Indonesia) sedang mencari karyawan.
Dalam tes tertulisnya, pihak HRD hanya memberikan satu kasus untuk dijawab, yaitu:

Anda sedang mengendarai motor ditengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya didaerah itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :
- Seorang nenek tua yang sekarat,
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya,
- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan.

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu. Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

* Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.

* Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya... Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan.... Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.

* Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka.. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.

Jadi yang mana yang Anda pilih ?
Jawab dulu sesuai naluri, nalar & kata hati anda dulu...
Baru buka contekannya dibawah ini...
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Untuk direnungkan saja (gak usah serius-serius amat) :
Nih Hasilnya:

Dari sekitar 2000-an orang pelamar hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan itu. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :

'Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu Bis kembali menolong kami.'

Maka sang HRD yg mulai kecewa dgn hasil seleksinya (sebab byk yang gagal dan penjelasannya tidak memuaskan, egois, tidak peduli sesama dsb.) akhirnya lega sekali.. Tugasnya selesai...sudah ditemukannya sang calon karyawan tersebut. Dan diterimanyalah calon karyawan tersebut dan langsung mendapat kualifikasi 'Smart & Brilliant employee, Prospectful career'.

Anda tahu nasib sang karyawan tadi???

Yah sekarang dia mantan Menperindag Indonesia . Ya dia......si 'Rini Suwandi' !!!
http://id.wikipedia.org/wiki/Rini_Mariani_Soemarno_Soewandi

Terkadang... dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk suatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar...

Bagi saya pribadi, hikmah yang bisa saya petik adalah kita dapat melakukan sebuah efisiensi pekerjaan yang menyenangkan. Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang insya Allah lebih besar.

Kalau kamu? Inspiratif Apa yang bisa kamu petik?

================

Minggu, Maret 01, 2015

Saya Buta




SAYA BUTA




Oleh Tim AW

Di tangga sebuah bangunan, duduk seorang anak laki-laki tunanetra dengan sebuah kaleng terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: "Saya buta. Tolong saya."

Anak itu sudah ada di situ selama lebih dari 4 jam, tapi di dalam kalengnya hanya ada beberapa keping uang. Padahal sedari tadi, banyak orang yang lalu lalang melewatinya.

Tanpa diketahui anak itu, ada seorang pria yang sempat memperhatikan kejadian ini selama beberapa menit. Pria itu pun akhirnya berjalan menghampiri anak itu. Setelah memasukkan beberapa uang koin ke dalam topi si anak, pria itu mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata.

Pria tersebut menaruh papan itu kembali, sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang yang memberi uang pada si anak tunanetra.

Saat sore menjelang, pria yang mengubah kata-kata di papan itu datang kembali untuk melihat perkembangan yang terjadi. Nah, si anak tunanetra ini mengenali langkah kakinya dan segera bertanya, "Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?"

Pria itu menjawab, "Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang telah kamu tulis, dengan cara yang berbeda."

Sahabat yang luar biasa!

Apa yang ditulis oleh pria tadi adalah: "Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya."

Bukankah tulisan yang pertama dan yang kedua sebenarnya sama saja? Yakni, anak itu buta. Namun, tulisan pertama hanya menyatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan kedua menyatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangat beruntung karena bisa melihat! Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

Dari cerita ini, ada beberapa hal positif yang bisa kita petik:

1) Bersyukurlah atas segala hal yang telah kita miliki. Kita masih bisa melihat, tidak seperti anak buta tadi. Kita masih bisa bekerja dengan baik dan menghidupi kebutuhan sendiri tanpa membebani orang lain. Semua hal itu adalah hal yang lumrah, dan karenanya kita malah cenderung tidak mengucap syukur atasnya. Mulai sekarang, ubahlah pandangan kita tentang berbagai hal umum yang biasa kita lakukan, seperti bernapas dan bisa mengunyah makanan dengan baik. Jika kita bisa mensyukuri hal-hal kecil dan kelihatan remeh seperti itu, dijamin kita tidak akan merasa kekurangan dalam hidup.

2) Jadilah kreatif dan inovatif. Seperti yang tergambar dari kisah tadi, kita juga bisa berbuat hal yang sama seperti pria yang menolong si anak buta. Mengubah suatu kondisi yang biasa-biasa saja, dan malah cenderung murung, menjadi sesuatu yang tampak luar biasa. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan kreativitas dan inovatif yang tinggi.

3) Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi kita 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa kita memiliki 1.000 alasan untuk tersenyum!
Salam Sukses Luar Biasa!